ASUS Unggul, Bagaimana dengan Kualitas Produk Indonesia?

  • Whatsapp
No votes yet.
Please wait...

Komputer maupun laptop adalah produk yang selalu dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan. Menarik saat memiliki laptop canggih dengan berbagai fitur menarik di dalamnya. Ditambah, kualitasnya yang mumpuni tentu menjadi paket lengkap untuk menjadikannya pilihan utama dalam pembelian laptop. Semua layanan yang disebutkan inilah, yang diberikan oleh Asus. Namun siapakah Asus?

Banyak yang telah menggunakannya tapi lupa, siapakah Asus. Asus yang kerap digunakan kehidupan sehari-hari adalah produk asal Taipei yang didirikan pada tahun 1989. Awal memperkenalkan diri sebagai produsen motherboard, dan kini telah merambah ke berbagai macam produk, seperti smartphone hingga laptop. Asus pun terus mengembangkan produk-produk terbarunya, hingga terkenal dengan produk laptop gamingnya, yang dijual dengan merk ROG.

Walaupun berhasil dalam bidang laptop gaming, tidak sejalan dengan keberhasilannya dalam bidang penjualan smartphone. Penjualannya kerap mengalami penurunan, dibandingkan handphone-handphone lain, seperti Android Samsung hingga Iphone. Padahal jika dibandingkan, handphone dari ASUS tidak kalah hebat dari handphone-handphoen tersebut.

Melihat kenyataan ini, Asus terus berusaha untuk mengembangkan produknya. Bahkan disampaikan bahwa ASUS akan terus menantang dirinya sendiri, untuk dapat bersaing di pasar global yang semakin ketat. Tidak hanya dari segi kualitas, perusahaan terus berusaha dalam marketing, sehingga pasar dapat menerima kehadiran produk-produk ASUS secara menyeluruh.

Rupanya kenyataan serupa dalam produksi smartphone tidak hanya dirasakan ASUS. Karena produk lokal Indonesia, seperti Advan dan Evercoss turut mengalami masalah sama. Di mana, serbuan merek smartphone dari Tiongkok, menjadi kendala utama. Satu alasan terutamanya adalah karena perusahaan Tiongkok memiliki pasar domestik yang besar, sehingga membantu dalam menguasai pasar global.

Sama halnya dengan produksi smartphone, produksi laptop lokal Indonesia turut mengalami keadaan lesu. Sebut saja brand seperti Axioo dan Zyrex yang mengalami kesulitan untuk bersaing dalam pasar lokal, karena serbuan dari berbagai produk asing, termasuk ASUS. Setelah ditelaah lebih dalam, rupanya terdapat beberapa alasan mengapa produk lokal tidak laku di pasar sendiri.

Pertama, produk lokal dianggap ketinggalan zaman. Produk lokal yang dikeluarkan oleh perusahaan seperti Axioo dan Zyrex dinilai tidak memberikan fitur yang memadai untuk kebutuhan pelanggan. Walaupun telah memiliki kebutuhan dasar, seperti pengetikan, menonton video hingga internet, konsumen tetap menyukai produk yang memiliki RAM yang besar. Hal inilah yang tidak dimiliki oleh laptop produk lokal Indonesia, sehingga konsumen lebih memiliki produk-produk luar.

Kedua, mindset bahwa barang luar lebih baik dari barang dalam negeri. Alasan lain yang kerap disampaikan adalah adanya pandangan bahwa barang dari luar lebih baik dari produk dalam negeri. Pandangan inilah yang ditanamkan sejak lama, bahkan dari generasi-generasi sebelumnya. Sehingga, masih dikenal dan digunakan hingga saat ini untuk memilih laptop yang akan digunakan.

Terakhir, produk lokal tidak dikenal oleh masyarakat. Produk lokal memang sangat jarang diketahui oleh masyarakat lokal sekalipun. Kita enggan mencari tahu, apa saja produk-produk dalam negeri yang memiliki berkualitas dan mampu bersaing dengan produk luar negeri. Selain itu, produk-produk lokal kerap tenggelam karena serbuan dari produk luar negeri, seperti ASUS, Lenovo, Apple hingga brand-brand lainnya.

Serbuan berbagai brand dari luar negeri, membuat produk lokal tenggelam dan tidak dikenali oleh bangsa sendiri. Di sinilah, kita harus kembali mengingat untuk mencintai produk-produk dalam negeri. Tidak perlu memahami segala sesuatunya, namun mengetahui dan mencoba menggunakan produk tersebut. Karena jika bukan anak bangsa yang memanfaatkannya, maka siapa lagi yang akan mengembangkannya?

Melihat serbuan produk luar yang datang ke pasar Indonesia, apakah yang telah dilakukan oleh perusahaan produk lokal? Perusahaan produk lokal, mungkin dianggap mati oleh kebanyakan orang. Tapi sebenarnya, perusahaan seperti Zyrex dan Axioo terus berlomba dan bersaing secara kompetitif dengan perusahaan-perusahaan produk luar. Terbukti, dengan terus dikeluarkannya produk-produk terbaru, dengan fitur-fitur pelengkap yang disesuaikan dengan kebutuhan dari pengguna.

Di sinilah, kita sebagai anak bangsa harus mampu memahami dan turut mengembangkan produk dalam negeri. Bila tidak mampu melakukannya, dapat mengambil bagian dengan menjadi pengguna produk. Atau turut memperkenalkannya pada orang di sekitar. Sehingga, tidak ada alasan bahwa produk lokal tidak dikenal oleh masyarakat dalam negeri. Selain itu, pemerintah pun harus turut memajukan produk lokal dengan memberikan himbauan pada masyarakat untuk menggunakannya.

No votes yet.
Please wait...

Related posts