JD.ID Siap Jadi Unicorn di Indonesia, Bagaimana Dengan Ecommerce Lainnya?

216 views
No votes yet.
Please wait...

Sebagai pecinta tanah air tentunya akan bangga jika ecommerce lokal lebih unggul dibandingkan ecommerce lainnya. Inilah yang terjadi bagi JD.id, yang baru saja ditetapkan sebagai unicorn di Indonesia. Istilah unicorn sendiri adalah perusahaan teknologi yang memiliki nilai lebih dari US$ 1 milyar. Namun apa yang disampaikan dan perkembangan yang ada tidak sepenuhnya menyenangkan. Karena ternyata, JD.id merupakan anak perusahaan dari salah satu ecommerce di China.

Pupuskah harapan kalian untuk memanfaatkannya? Jika dilihat, mungkin akan menyedihkan. Namun keberadaannya mendukung agar e-commerce di Indonesia turut semarak dan memiliki pangsa pasar yang besar. JD.id sebelumnya mengaku telah memiliki valuasi lebih dari standar US$ 1 milyar. Sayangnya JD, tidak memberitahukan dari mana asal angka valuasi tersebut. Bagaimana menurut kalian, dari manakah JD.id mendapatkan valuasi tersebut? Mungkinkah dari perusahaan induknya JD.Com?

Sebelum berspekulasi, rupanya JD.ID telah melakukan pendanaan seri F bersama Gojek. Di mana, Gojek berinvestasi dengan Tencent dan Google. Dari valuasi perusahaan JD.id yang telah mencapai US$ 1Milyar ini, diharapkan dapat memberikan dampak bagi berbagai kelas bisnis yang ada di Indonesia. Tapi lebih terfokus dengan bisnis medium dan small, seperti untuk petani, peternak hingga nelayan. Jadi dapat diharapkan dalam mendukung peningkatan ekonomi bagi masyarakat Indonesia.

JD.id sendiri berdiri di Indonesia tahun 2015, pada bulan November. Setelah ditelisik nampaknya pendirinya adalah warga berkebangsaan Tiongkok, bernama Lui Qiangdong. JD.ID masuk ke Indonesia, sebagai hasil patungan dengan perusahaan investasi Provident Capital. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang fokus pada pasar di Asia Tenggara. Serta, menjadi salah satu investor Gojek dan telah mengembangkannya dengan pesat hingga saat ini.
Setelah menjadi unicorn, diharapkan terdapat e-commerce yang diharapkan dapat menjadi decacorn pada tahun ini. Pemerintah dalam hal ini hanya bergerak sebagai acceletor. Tujuannya, agar bisnis-bisnis dapat bertumbuh dengan pesat dan memberikan hasil maksimal, seperti apa yang diharapkan.

Namun tahukah bahwa tidak hanya e-commerce yang dapat menjadi unicorn dan decacorn? Hal ini membuka kesempatan untuk kamu yang memiliki usaha. Namun dikhususkan pada usaha-usaha yang memiliki dan memanfaatkan ruang digital. Karena ruang-ruang inilah yang memiliki kapitalisasi besar dan peluang untuk menjangkau pasar dan peluang yang lebih besar.

Keberadaan JD.id dapat memberikan keuntungan namun memberikan peringatan pada bangsa Indonesia. Karena secara tidak sadar, perusahaan-perusahaan China terus merangsek pasar Indonesia dan menjadi saingan bagi perusahaan-perusahaan lokal. Perusahaan seperti JD.id pun menunjukkan bahwa pasar Indonesia masih meminati perusahaan luar dibandingkan perusahaan lokal. Salah satunya karena brand luar dinilai lebih berkualitas dibandingkan perusahaan lokal.

Walaupun bila dilihat secara kasat mata demikian, setidaknya keberadaan perusahaan-perusahaan ini di Indonesia, menunjukkan bahwa bisnis digital di Indonesia memiliki keadaan yang kondusif. Sehingga dapat berkembang dengan baik dan memiliki pasar besar. Serta, memberikan keuntungan berlimpah untuk perusahaan. Tidak heran, jika akhirnya pasar Indonesia selalu menjadi pasar “empuk” bagi perusahaan-perusahaan luar negeri.

Seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa tidak hanya ecommerce yang dapat menjadi unicorn. Di Indonesia sendiri terdapat lima unicorn yang telah hadir sebelum JD.id, seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak dan Ovo. Menariknya, dari kelima ecommerce di atas, seluruhnya merupakan perusahaan lokal. Melihat hal ini, tentu menjadi acuan, bahwa perusahaan lokal mampu bersaing dengan perusahaan luar dan menjadi unicorn.
Kita boleh berbangga, namun perlu melihat bahwa bagaimana cara perusahaan-perusahaan tersebut dapat menjadi unicorn. Perusahaan-perusahaan ini nampaknya melakukan kerjasama dengan perusahaan lain (kebanyakan perusahaan luar negeri). Hingga akhirnya memiliki banyak dana dan menjadi sebuah perusahaan unicorn. Walaupun diharapkan dikemudian hari dapat menjadi perusahaan decacorn dan memberikan dampak lebih besar untuk perekonomian negara.

Sebagai masyarakat Indonesia, lantas apa yang harus dilakukan? Kita diharapkan dapat menjadi pembeli yang bijak dalam menentukan ecommerce yang akan digunakan. Disarankan, untuk memilih perusahaan-perusahaan lokal untuk mendukung perekonomian negara dan mendukung usaha kecil menegah. Serta, menjadi pelaku-pelaku usaha, agar dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan luar. Karena tidak menutup kemungkinan, bahwa usaha yang dijalankan akan membuahkan hasil berlimpah. Lantas, siapkah kita untuk menjadi pelaku usaha yang sukses dan bersaing dengan perusahaan luar sekalipun?

No votes yet.
Please wait...

Tags: #jd.id #sejarah jd.id

Leave a reply "JD.ID Siap Jadi Unicorn di Indonesia, Bagaimana Dengan Ecommerce Lainnya?"

Author: 
    author